Belum Tayang di Indonesia, Ini Gambaran Kengerian Film Midsommar

belum-tayang-di-indonesia-ini-gambaran-kengerian-film-midsommar

Jadi salah satu film horor pilihan di tahun 2019, namun Midsommar ternyata belum juga masuk ke bioskop Indonesia. Pihak distributor Feat Pictures dalam cuitannya di media sosial Twitter beberapa waktu yang lalu

“Mohon maaf, karena satu & lain hal, penayangan Midsommar tgl 21 Agustus terpaksa kami batalkan & diundur ke waktu yang belum bs kami tentukan. Kami masih tetap berupaya agar film ini bisa tayang dan akan meng-update kalian di sini jika ada perkembangan lebih lanjut. Terima kasih.”

Pernyataan ini sebenarnya memberi isyarat, bahwa film Midsommar sebenarnya tak sepenuhnya batal tayang di indonesia. Proses-proses dengan pihak terkait tampaknya masih diusahakan agar film ini masih bisa tayang di bioskop-bioskop Indonesia.

Midsommar sendiri menurut beberapa kritikus film merupakan film horor yang berbeda dengan horor lainnya. Bahkan, berbeda dengan horor Ari Aster yang juga tak kalah mengerikan, yaitu Hereditary. Lalu, apa yang membuat film ini kemudian menjadi salah satu rekomendasi film horor terbaik?

Gore

belum-tayang-di-indonesia-ini-gambaran-kengerian-film-midsommar

Salah satu unsur horor yang jadi ciri khas Ari Aster di film Hereditary adalah bagaimana gambara seorang gadis kecil kehilangan nyawanya dengan sangat tragis. Hal yang sama juga disebut terjadi di film Midsommar.

Film ini mampu memberikan gambaran bahwa kengerian tidak hanya terjadi malam hari. Namun, juga di siang hari. Gambara kengerian ini terlihat dari bagaimana Ari Aster menyajikan cerita film tersebut dengan rapil.

Tidak banyak dialog, dan tiba-tiba kekuatan karakter pemerannya yang mampu menampilkan kengerian itu dengan sendirinya. Bagi kamu yang sudah menonton film Hereditary, setidaknya sudah bisa menebak gaya Gore versi Ari Aster.

Ritual Mengerikan

belum-tayang-di-indonesia-ini-gambaran-kengerian-film-midsommar

Mungkin kamu sudah pernah membaca seklas sinopsis film Midsommar. Film ini disebut menempatkan unsur folk-horor klasik yang artinya punya kaitan erat dengan tampilan ritual-ritual yang mengerikan.

Hal yang sama sebenarnya juga sudah ditunjukkan Ari Aster di film Hereditary dimana, sebuah ritual turun-temurun dari keluarga kemudian menghadirkan bencana yang mengerikan. Sementara itu, di film Midsommar tampaknya ritual ini ditempatkan pada sekelompok pemujaan yang kemudian memaksa orang lain untuk mengorbankan nyawanya.

Beberapa benda-benda yang disebut pelengkap ritual seperti boneka kain, benda berbentuk segitiga dan bangkai beruang adalah beberapa alat penunjang ritual yang kabarnya muncul di dalam film ini.

Rasanya, tak ada yang salah dengan bagian ini. Toh, beberapa film horor Indonesia pun punya gaya yang sama dalam menyajikan horornya.

Angle kamera

belum-tayang-di-indonesia-ini-gambaran-kengerian-film-midsommar

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk membangun suasana kengerian di dalam film horor. Jika biasanya horor identik dengan malam hari, maka kali ini lewat Midsommar, Ari Aster membangun kengerian yang bisa dirasakan di siang hari.

Namun, lebih dari itu, pengambilan gambar yang dilakukan untuk film ini pun punya kekuatan untuk membangun suasana yang mengerikan. Gaya visual film dengan pergerakan kamera yang khas mampu membangun emosi kengerian secara perlahan pada penonton.

Sebenarnya, Ari Aster pernah melakukan ini di film Hereditary. Diam dan membisu, dengan warna-warna muram dan kemudian menyentak penonton.

Vulgar

belum-tayang-di-indonesia-ini-gambaran-kengerian-film-midsommar

Kabarnya, terdapat beberapa adegan vulgar yang diceritakan di dalam film. Jika benar, sudut pandang ‘vulgar’ apa yang sedang diperbicangkan oleh pihak-pihak terkait. Namun, pada faktanya, film dengan unsur folk-horor selalu menampilkan ritual-ritual yang datang dengan berbagai cara.

Seberapa vulgar film Midsommar? Apakah karena faktor ini film horor yang ini gagal tayang di Indonesia? Kita tunggu saja proses-proses yang harus dilalui. Apakah film Midsommar akan tayang di Indonesia dalam waktu dekat? Sembari menunggu, kamu bisa cek jadwal dan beli tiket nonton film-film terbaik yang sedang tayang di bioskop lewat BookMyShow.

Salah satunya adalah pembelian tiket pre-sale film superhero Indonesia, Gundala: Negeri Ini Butuh Patriot.

Baca Juga: 8 Film “Folk Horor” yang Bengis dan Membuat Penonton Tersiksa


BACA JUGA


Ad

Comments

comments