Review Film: Stuber, Komedi Dua Pria ‘Blo’on’ yang Menebar Tawa

Stu (Kumail Nanjani) hanyalah seorang pegawai biasa di sebuah toko. Untuk mendapatkan penghasilan tambahan Stu menjajal menjadi pengemudi taksi online, Uber. Semuanya hanya untuk seorang wanita yang sebenarnya bukan untuk kekasihnya.

Sayang, perjalanan Stu tak pernah mulus menjadi pengemudi taksi online. Ia selalu mendapatkan nilai yang buruk dari penumpang. Tak pernah ada yang memberikannya nilai di atas 2. Nilai yang semakin turun membuat Stu tak pernah mendapatkan semacam bonus.

Stu terus berusaha menjadi pengemudi yang baik. Sampai nasib tak baik menghampirinya. Vic (Dave Bautista) seorang polisi yang sudah mulai uzur dan kehilangan kemampuan terbaiknya, secara random mendapatkan Stu, sang pengemudi Uber yang selalu diberikan nilai rendah oleh pelangganya. Setelah pertemuan keduanya yang terjadi secara tak sengaja, berbagai kekacauan mulai muncul.

Karena pada dasar dua-duanya blo’on,  kekacauan sudah dimulai ketika di awal film. Vic seperti tak pernah paham, kalau pengemudi Uber tak bisa mengantarkan sesuka hati penumpangnya. Mereka harus memesan terlebih dahulu lewat aplikasi.

Sementara itu, Stu yang riwil dan lugu terpaksa harus mengikuti apa yang diinginkan Vic. Ketika kekonyolan demi kekonyolan terus terjadi, ada satu hal yang harus diselesaikan oleh Vic. Memburu pengedar narkoba sekaligus pembunuh rekannya.

Ia adalah Tedjo (Iko Uwais). Meskipun fokus mencari Tedjo dan ditemani si lugu Stu, ternyata permasalahan tidak mudah. Mereka harus bertemu dengan hal-hal yang konyol dan akan membuat penonton. Bisakah Stu, meredam emosi Vic? Bisakah Vic kemudian menangkap Tedjo?

Stuber, film action-komedi terbaru Hollywood yang akan tayang mulai 24 Juli di bioskop, jadi pilihan buat kamu yang sedang mencari tontonan segar minggu ini.

Komedi Klasik yang Bikin Ngocol

review-film-stuber-komedi-dua-pria-bloon-yang-menebar-tawa

Mendengar nama Dave Bautista dan Iko Uwais, hal yang terpikirkan, ini adalah film Action. Namun, ketika Kumail Nanjani berada di tengah-tengahnya semuanya menjadi kacau. Kacau dalam arti bahwa film ini lucu dan menyenangkan.

Film yang tak perlu mikir sama sekali. Beruntung naskah film ini ditulis dengan baik. Tak begitu banyak adegan-adegan garing. Semuanya mengalir begitu saja. Dave Bautista yang dikenal sebagai tokoh garang kemudian menjadi seseorang yang blo’on dan jadi terkesan bodoh ia tampil bagus dalam batasan komedi yang disuguhkan. Melihat Dave Bautitasta memerankan pria yang punya gangguan mata saja sebenarnya sudah akan membuat kamu tertawa.

Kumail Nanjani? Ia sudah terbiasa bermain dengan film-film komedi. Peran utamanya yang benar-benar konyol adalah ketika tampil di film The Big Sick. Apalagi, Kumail ia adalah warga keturunan India. Seperti yang sudah sering kamu temukan karakter dengan aktor-aktor keturunan India biasanya tak jauh-jauh dari karakter-karakter lugu dan blo’on. Ditambah lagi gaya sarkastik yang justru menimbulkan kebodohan untuk dirinya sendiri.

Kalau kedua karakter blo’on dengan tujuan berbeda harus berada dalam satu mobil? Hal yang kamu akan kamu temukan adalah tertawa dan terus tertawa. Bagaikan melihat dua orang bodoh yang sedang dalam satu tim yang sedang berkompetisi. Kocaknya, bagaimana pun caranya mereka harus menang, meskipun harus mempermalukan diri sendiri.

Hal yang mungkin akan kamu temukan dalam film-film action-komedi seperti era ’80-an atau ’90-an. Bagimana dua karakter yang dipertemukan secara tak sengaja kemudian melakukan hal-hal konyol yang tak masuk akal. Film ini jelas menghibur.

Baca Juga: Koreografi dan Masuk Rumah Sakit, “Oleh-oleh” Iko Uwais dari Film Stuber

Baca Juga: Film Stuber, Meredakan Ketegangan Iko dan Dave Lewat Lelucon

Iko Uwais

koreografi-dan-masuk-rumah-sakit-oleh-oleh-iko-uwais-dari-film-stuber
Iko Uwais Stuber

Ada nama Iko Uwais di film ini. Siapa yang tak kenal dengan aktor laga yang sukses mengenalkan dirinya lewat film Merantau. Kini Iko sudah menapak naik ke tanah Hollywood. Tak hanya sebagai aktor, namun juga menjadi pengarah gaya atau koreografi untuk adegan beladiri.

Tak lagi menjadi protagonis, namun Iko Uwais menjadi karakter antagonis untuk film Stuber. Rambutnya dicat kuning, nama karakternya Tedjo, yang sangat Indonesia banget. Plus, ditambah lagi, ini film action-komedi, bukan lagi film yang full action, seperti film-film yang pernah diperankan Iko sebelumnya.

Cukup baik, Iko Uwais seperti harus berani lagi mengambil peran-peran yang seperti. Namun dengan porsi yang lebih besar.

Koreografi Iko Uwais vs Paket Komedi

sinopsis-film-stuber-meredakan-ketegangan-iko-dan-dave-lewat-lelucon

Bagian menegangkan bisa dibilang hanya di awal film dan beberapa adegan di bagian akhir. Itu pun masih akan membuat kamu tertawa, karena film ini sebenarnya adalah komedi ketimbang action. Namun, jangan salah, film ini masih menampilkan unsur action yang begitu kuat, khususnya di bagian awal film. Pertarungan seru antara Dave Bautista dan Iko Uwais sudah seperti yang seharusnya.

Semuanya tertata rapi. Sama rapinya dengna paket komedi yang menyenangkan. Tak usah mikir. Nikmati saja film ini. Sampai pada akhirnya kamu akan geleng-geleng kepala melihat dua pria ‘bodoh’ yang harus bekerjasama untuk untuk menangkap Tedjo alias Iko Uwais.

Tayang mulai tanggal 24 Juli di bioskop, kamu bisa cek jadwal dan beli tiket nonton film Stuber di situs atau aplikasi BookMyShow yang tersedia gratis bagi pengguna Android dan iOS.