Film Music

5 Fakta Mengejutkan Film Musikal West Side Story yang Tidak Kamu Tahu

Film West Side Story (1961) adalah salah satu film musikal paling berpengaruh dalam sejarah perfilman Hollywood. Diadaptasi dari novel karangan Arthur Laurents, naskahnya pertama kali diadaptasi dalam bentuk pertunjukan teater Broadway pada tahun 1957. Keberhasilannya dalam pementasan teater membuat sutradara sekaligus koreografernya, Jerome Robbins segera membuat filmnya bersama Robert Wise yang mengejutkan para penonton di Amerika Serikat.

West Side Story bercerita tentang perseteruan antara geng the Jets dan the Sharks di pinggiran kota New York era 1950-an yang dibalut dengan pertunjukan musikal dan tarian dalam tiap adegannya. Film ini juga membahas tentang isu sosial yang sedang hangat yang terjadi di Amerika pada saat itu.

Berikut BookMyShow rangkum 5 fakta mengejutkan film musikal West Side Story yang mungkin tidak kamu ketahui.

 

Latihan koreografi selama 8 minggu

Sutradara dan koreografer, Jerome Robbins mengaku bahwa latihan yang dibutuhkan untuk pementasan teater West Side Story pada tahun 1957 membutuhkan waktu selama 8 minggu. Keputusan yang dilakukan oleh Robbins tersebut tidak biasa dilakukan dalam pemetasan musikal di Broadway yang biasanya hanya membutuhkan waktu 4 sampai 5 minggu. Robbins menyatakan bahwa banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai hasil yang maksimal.

 

Geng the Jets dan the Sharks dilarang berinteraksi

Dua geng yang berseteru dalam film West Side Story yakni the Jets, yang beranggotakan remaja kulit putih dan the Sharks, yang beranggotakan keturunan Puerto Rico tidak boleh berinteraksi (apalagi berteman) di luar set film. Pendekatan yang cukup ekstrem dilakukan oleh Robbins agar dapat menimbulkan kebencian yang nyata di antara mereka. Produser filmnya, Hal Prince mendukung keputusan Robbins saat proses shooting film berlangsung. “Mereka tidak boleh bersosialisasi di luar pementasan dan film, dan mereka tidak boleh makan siang bersama,” tutur Hal Prince dikutip dari npr.org.

 

Mengangkat isu sensitif

Pada proses awal pencarian dana untuk pementasan teater perdananya di Broadway, West Side Story mengalami konflik dengan sang produser dalam hal pencarian dana. Alasannya adalah cerita yang mengangkat tentang isu sosial yang terlalu sensitif pada saat itu yaitu tentang rasisme dan hubungan asmara wanita Yahudi dan pria Katolik. Akhirnya Hal Prince berani mengambil kesempatan tersebut dan menjadikan West Side Story sebagai salah satu drama-musikal terpopuler di dunia.

 

Terinspirasi Romeo and Juliet

Salah satu inspirasi yang melatarbelakangi kisah West Side Story adalah karya sastra William Shakespeare yang tersohor yakni Romeo and Juliet. Tentang kisah cinta dua insan yang harus berakhir tragis. Namun, mungkin sebagian dari kita tidak mengetahui jika Romeo and Juliet juga terinspirasi dari puisi karya Arthur Brooke berjudul The Tragic Historye of Romeus and Iuliet, yang ternyata juga terinspirasi dari karya puisi penyair Romawi berjudul Pyramus and Thisbe.

 

Film musikal pertama yang memborong Oscar

Kesuksesan besar diraih oleh film West Side Story di ajang Academy Awards ke-34. Film ini sukses memboyong 10 piala Oscar untuk kategori Best Music Scoring of a Musical Picture, Best Film Editing, Best Sound, Best Costume Design, Best Art Direction-Set Decoration, Best Cinematography, Best Actor in a Supporting Role, Best Actress in a Supporting Role, Best Director, dan Best Picture. Fakta tersebut langsung menobatkan film West Side Story sebagai film drama-musikal pertama yang membawa pulang piala Oscar terbanyak dalam sejarah Academy Awards.

 

Rindu dengan film West Side Story? Kisahnya yang fenomenal dapat kembali kita nikmati lewat pementasan drama West Side Story yang akan digelar pada tanggal 12 – 14 Mei 2017, bertempat di Graha Bakti Budaya: Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Harga tiket yang terjangkau mulai dari Rp 50.000 untuk kategori Balcony sampai Rp 200.000 untuk kategori Center-upper.

Yuk tunggu apalagi? Segera pesan tiketnya di sini.

 

 

Penulis: Razny Mahardhika

%d bloggers like this: