Review Film: Ketika Musik Berbicara di Film A Gift

Di tengah kehebohan film drama-musikal La La Land yang menghiasi bioskop Tanah Air, ternyata ada film Thailand terbaru lho yang mengangkat tema hampir serupa. A Gift, sebuah film romantic-comedy produksi GDH dan Singha Corporation patut menjadi tontonan yang sayang untuk dilewatkan. karya-karya indah dari mendiang Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, menjadi inspirasi dari pembuatan film ini. Seperti diketahui, selain menjadi pemimpin di negeri Gajah Putih, Raja Bhumibol juga dikenal sebagai musisi yang handal. A gift pun menjadi sebuah tribute yang didekasikan untuk mendiang sang Raja. 

A Gift merupakan film omnibus yang terbagi dalam tiga cerita tentang enam anak muda yang mencoba menghadapi tantangan hidupnya masing-masing. Film pertama, “Love at Sundown” yang disutradarai Chayanop Boonprakob dan Kriangkrai Vachiratamporn bercerita tentang Beam (Nine Naphat) dan Pang (Violette Wautier) yang diminta untuk berperan sebagai Duta Besar Rusia dan istrinya di acara gladi resik penerimaan beasiswa ke Rusia. Kesempatan ini digunakan Beam untuk mendekati Pang, meski ia tahu Pang masih trauma dekat dengan pria.

Cerita kedua berjudul “Still On My Mind” yang disutradarai Nithiwat Tharatorn mengisahkan tentang Fa (Mew Nittha) yang berhenti bekerja karena ingin fokus merawat Ayahnya. Setelah kepergian ibunya, Ayah Fa menderita Alzheimer. Meski banyak kesabaran yang harus dihadapi, namun Fa tetap memilih merawat sang Ayah. Suatu ketika Fa mencoba untuk mengingat bagaimana dahulu ibunya memainkan lagu favoritnya, “Still On My Mind”. Fa tak menyangka hal ini memicu ingatan sang Ayah. Dibantu oleh Aey (Sunny Suwanmethanont), tukang stem piano langganan ibunya, Fa berharap bisa memainkan piano lebih baik.

Yang terakhir, sebuah film yang disutradari oleh Jira Maligool berjudul “New Year Greeting”. Film ini menceritakan tentang Llong (Ter Chantavit), mantan vokalis band rock yang gagal menggapai mimpinya. Llong pun memilih pekerjaan yang lebih jelas sebagai analisis keuangan. Tanpa disengaja, Kim (Noona Neungthida), teman baru di kantornya tahu  latar belakang Llong dan mencoba  membawa Llong kembali pada dunia musik dengan menjadi bagian band di kantor tempat mereka bekerja.

Musik dan ceritanya sukses bikin baper

Ketiga cerita yang dihadirkan dalam A Gift memiliki rasa dan cerita yang berbeda, namun tetap memiliki benang merah. Seperti tipikal film-film Thailand pada umumnya, A Gift turut menawarkan romansa cinta yang dibalut dengan kisah jenaka. Bagaimana kekonyolan Beam pada Pang, bagaimana sok ngide-nya si Aey untuk Ayah Fa, dan bagaimana tingkah konyol Llong dan teman-teman sekantornya yang sangat menggelitik. Selama 144 menit, emosi kita seolah dipermainkan dan sukses bikin baper.

Selain kisah romansa dan kekonyolan para pemainnya, alunan lagu dan musik yang dihadirkan tak kalah menyentuh. Gubahan musik yang dimainkan tidak hadir pada satu style saja, melainkan tiga style berbeda yang diberikan pada masing-masing ceritanya. Musik inilah yang menjadi jawaban utama dari filmnya, seperti tagline yang diusung, “because music is the gift you can give”.

Nah buat kamu pecinta film-film roncom Thailand, film A Gift jelas menjadi tontonan yang sayang sekali untuk dilewatkan. A Gift tayang di bioskop Indonesia mulai 11 Januari 2017. Tidak perlu mengantri panjang di bioskop, kamu bisa pesan tiketnya di sini.

 

 

 

 

Baca juga: 

Review Film: Ending Cerita yang Mengesalkan di Film One Day

Kisah Nittha Jirayungyurn dan Chantavit Dhanasevi Syuting Film One Day

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s