Sejarah Cinema 21

Mendengar ‘Cinema 21’ sudah tidak asing bagi semua kalangan usia, khususnya bagi pecinta film yang ada di Indonesia. Jika ditanya di mana mau nonton film, pastinya tempat pertama yang muncul adalah Cinema 21 karena menawarkan harga yang terjangkau, memiliki franchise bioskop terbanyak di berbagai kota di Indonesia, dan juga menawarkan berbagai service alternatif seperti XXI Café, Premiere, Lounge, Games Room, dan banyak lainnya.

Melanjut kepada sejarah Cinema 21. Studio 21 awal didirikan oleh Sudwikatmono di Jalan MH Thamrin Kav 21 pada 1986.  Sesudah lulus dalam tahap uji coba cineplex, Studio 21 meningkatkan jumlah layarnya. Studio pertama yang terletak di Gedung Kartika Chandra juga bekerja sama dengan Raam Punjabi dan dua partner Sudwikatmono, Benny Suherman dan Harris Lesmana.
Nama ’21’ didapatkan dari nomer kavling Jalan MH Thamrin di mana studio pertama Cinema XXI dibangun dan konon katanya nama tersebut juga merupakan akronim dari Su-Dwi-Kat-Mono. Saat ini Gedung Kartika Chandra sudah berubah menjadi gedung pencakar langit Bill Tower. Saat ini kepemilikan sudah digantikan kepada Benny Suherman dan Harris Lesmana.
Hingga Agustus 2015, grup cinema terbesar di Indonesia ini sudah memiliki 823 layar yang tersebar di 152 lokasi di 35 kota di seluruh Indonesia. Seiring waktu berjalan, grup 21 Cineplex juga melakukan renovasi dan membentuk jaringan tambahan dengan 4 merek terpisah, seperti Cinema XXI, The Premiere yang menawarkan kenyamanan dan pelayanan eksklusif, Cinema 21 dan juga IMAX yang memiliki layar yang lebih besar dan juga film-film 3D.
Baca juga:

 


BACA JUGA


Ad

Comments

comments