Review Film: Tabu Mengusik Gerbang Iblis, Horor Klise, dan Visual Cantik

Rasa ingin tahu yang besar begitu kuat di dalam diri Diaz (Angga Yunanda). Ia seperti begitu terobsesi dengan kehidupan di dunia lain. Bebekal kamera dan smartphonenya, Diaz selalu mendatangi tempat-tempat yang mampu membuat bulu kuduk bergidik.

Semuanya akan tersaji di dalam review Tabu: Mengusik Gerbang Iblis yang direncanakan akan tayang mulai hari kamis, tanggal 24 Januari 2019 di bioskop-bioskop Indonesia.

Selain ingin pembuktian atau fakta tentang kehadiran makhluk dari dunia lain. Diaz merasa tertantang ingin membuktikan sesuatu yang selama ini dianggap tidak nyata pada teman-temannya, khususnya Tio (Rayn Wijaya).

Begitu pula kepada Keyla (Isel Fricella) yang selama ini selalu berada di dekatnya.Namun, ironisnya, meskipun selalu terbujuk dengan ajakan Diaz, Keyla selalu menyimpan perasaan was-was pada Diaz.

Ia merasa, Diaz seperti mengulang memori buruk yang pernah terjadi padanya. Sebuah ingatan yang membuat keluarganya menjadi berantakan. Rasa was-was ini semakin terbukti ketika Diaz, Keyla, Tio dan Adis (Elina), Muti (Agatha Chelsea), dan Mahir (Bastian Steel) yang sedang berencana menginap di Leuweung Hejo.

Remana-remaja milennial ini melanggar aturan-aturan yang sebenarnya sudah mereka sadari sejak awal. Namun, karena rasa ingin tahun yang besar, aturan-aturan ini kemudian hanyalah sebuah basa-basi yang tersimpan di kepala mereka. Imbasnya, mereka harus “mengajak” seorang bocah kecil untuk keluar dari hutan Leuweung Hejo dan tinggal bersama Diaz.

Konflik tidak berhenti disitu, nenek Diaz menyimpan rahasia yang sudah lama dipendamnya. Sementara itu, Keyla secara tidak sadar menjadi salah satu orang yang berperan mengusik “gerbang Iblis”. Benarkah acara senang-senang sekelompok remaja ini justru mempertemukan kehidupan manusia dengan iblis?

Apa yang sebenarnya terjadi pada masa lalu Keyla? Kenapa Diaz begitu berambisi menemukan kehidupan dari dunia lain? Semuanya akan kamu temukan di film Tabu: Mengusik Gerbang Iblis.

Horor Klise

review-film-tabu-mengusik-gerbang-iblis-horor-klise-dan-visual-cantik

Tabu: Mengusik Gerbang Iblis sebenarnya merupakan cerita film horor yang sangat klise. Jalan ceritanya tidak jauh berbeda dengan beberapa film horor yang sempat tayang di tahun 2018 lalu.

Ini hanyalah tentang sekelompok remaja yang begitu terobsesi dengan dunia lain yang tak pernah terpikirkan oleh manusia mana pun. Lewat media sosial seperti Instagram atau YouTube, mereka ingin membuktikan, “gerbang yang tidak boleh diganggu” tersebut benar-benar ada.

Hampir di seperempat film, alur cerita ini yang disampaikan melalui film Tabu: Mengusik Gerbang Iblis menceritakan kisah klise ini. Ah, tentu saja sebuah konflik antar remaja yang kerap terjadi juga ditampilkan melalui film ini.

Namun, melewati seperempat film, Tabu: Mengusik Gerbang Iblis tampil cukup baik. Berbagai macam adegan, ditampilkan untuk menggiring opini penonton melalui misteri-misteri yang perlahan terkuak. Di satu sisi, buat kamu yang sudah cukup sering menonton film horor dengan tema yang tidak jauh berbeda, sudah bisa menebak berbagai plotnya.

Secara keseluruhan, film ini menampilkan alur cerita yang siap mengejutkan. Namun, ada catatan yang mungkin perlu diperbaiki, karakter yang diperankan oleh para pemainnya tidak terlalu dalam, bahkan terkesan apa adanya saja.

Maklum, hampir semua pemeran yang terlibat di dalam film ini bisa dikatakan aktor-aktor muda yang tentu saja butuh jam terbang untuk membuktikan penampilan mereka, bahkan jika serius bukan tidak mungkin penampilan mereka bisa jauh lebih baik di film-film berikutnya.

Sisanya, Tabu: Mengusik Gerbang Iblis mungkin tepat buat kamu yang ingin menikmati sajian horor. Namun, buat yang ingin mencari suasana kengerian yang berbeda, film ini cukup dalam nilai “menghibur” saja.

Visualisasi Horor yang Elegan

review-film-tabu-mengusik-gerbang-iblis-horor-klise-dan-visual-cantik

Entahlah, sejak film Kafir:Bersekutu dengan Setan, Starvision selaku Production House selalu mampu menampilkan visualisasi yang cantik melalui gambarnya. Dari film Kafir: Bersekutu dengan Setan misalnya, suasana vintage dan kehidupan masyarakat di akhir ’80-an benar-benar ditampilkan dengan sangat baik.

Nah, begitu juga dengan film Tabu: Mengusik Gerbang Iblis. Meskipun tidak secantik Kafir: Bersekutu dengan Setan, namun film ini mampu menampilkan pengambilan gambar yang tidak asal-asalan. Selain menyajikan suasana “gelap” seperti halnya film horor lainnya, Tabu juga menyematkan beberapa angle kamera yang cantil.

Sudut pandang ini yang akhirnya menjadi salah satu “Senjata” untuk memantik penasaran penonton terhadap filmnya. Masih penasaran dengan filmnya? Film ini akan tayang di bioskop mulai tanggal 24 Januari 2019.

Pesan tiket bioskopnya sekarang di situs atau aplikasi BookMyShow yang tersedia gratis untuk pengguna Android dan iOS.