Review Film: Deadpool 2, Tampil Lebih Jenaka dan Penuh Aksi Agresif

Sukses di film pertamanya, karakter Wade Wilson di film Deadpool 2 dibuat lebih sederhana dan menyentuh. Namun, tetap saja tidak kehilangan sosoknya yang jenaka. Satu lagi yang menjadikan film ini tampil baik di bagian sekuelnya adalah karena narasi film yang tampil lebih baik dari film pertamanya.

BookMyShow mendapatkan kesempatan menjadi yang pertama menyaksikan film Deadpool 2 sebelum tayang di bioskop Indonesia pada hari selasa ini.  Berikut review film Deadpool 2 dari BookMyShow.

Wade Wilson alias Deadpool (Ryan Reynolds) tetap memiliki banyak rencana dalam hidupnya. Deadpool bertualang ke Hongkong, Jepang hingga Italia untuk memburu mafia dan gangster jahat.

Pada satu momen, Wade Wilson alias Deadpool ingin menciptakan satu keluarga yang harmonis bersama kekasihnya Vanessa (Morena Baccarin). Takdir berkata lain, Wade Wilson alias Deadpool tidak bisa melakukannya bersama Vanessa.

Sosok Deadpool yang awalnya jenaka dan penuh semangat, berganti menjadi sosok yang frustasi dan galau sehingga sesegera mungkin mengakhiri keabadiannya. Colossus yang kini menjaga sekolah mutan milik Charles Xavier mencoba menyelamatkan Deadpool dari nasbnya yang tengah menyedihkan.

Berbagai cara tetap dilakukan Colossus untuk mengajak Deadpool menjadi bagian dari X-Men. Namun, tetap saja Deadpool yang sedang tidak bersemangat enggan menerima ajakan dari Colossus dengan gaya nyelenehnya.

Deadpool akhirnya mau menerima ajakan Colossus ketika mereka menemukan Russell (Julian Dennison) mutant yang masih kecil, namun berbahaya karena tidak mampu mengontrol kekuatannya.

Pada saat akan menyelamatkan Russell, Deadpool yang sedang galau, kehilangan kendali dan membuat dirinya harus masuk penjara bersama Russell karena dianggap sebagai mutant yang berbahaya.

Di lain tempat Nathan Summer alias Cable (Josh Brolin) datang dari masa depan. Misinya satu, mencari mutant yang telah menghabisi seluruh keluarganya.

Misi itu tertuju pada salah satu mutant yang berada di penjara yang sama dengan Deadpool. Penjara bernama Ice Box, dirancang khusus untuk para mutant jahat. Cable datang dan mencoba merusak demi mencapai misinya.

Deadpool menjadi tidak nyaman dan berusaha memberontak serta melawan Cable. Sayangnya Deadpool tidak bisa melawan Cable sendirian. Meskipun mampu bebas dari penjara, ternyata sosok Cable yang datang dari masa depan, jauh memiliki senjata dan kemampuan bertarung yang lebih baik dari Deadpool.

Sampai pada akhirnya Deadpool membuka lowongan pekerjaan bagi siapa saja yang akan bergabung bersamanya untuk menghadang Cable. X-Force, nama tim baru yang berisikan karakter mutan bernama Domino (Zazie Beetz), Zeitgeist ( Bill Skarsgård), Bedlam (Terry Crews), Shatterstar (Lewis Tan) dan Vanisher (Brad Pitt) datang untuk menyelamatkan mutant dari incaran Cable.

Sayangnya, semua rencana untuk mencegah Cable tidak berhasil. Lalu, bagaimana cara Deadpool menghentikan langkah Cable yang datang dari masa depan? Apakah sebenarnya mereka berdua memiliki latar belakang permasalahan yang sama?

Baca Juga: Sinopsis film Deadpool 2

Tenang saja, review film Deadpool 2 ini tidak akan menampilkan spoiler yang detail tentang adegan demi adegan di dalma film ini. Ada banyak alasan yang membuat kamu harus menonton film ini.

Naskah Apik Deadpool 2

review-film-deadpool-2-tampil-lebih-jenaka-dan-penuh-aksi-agresif

Selain persaingan Deadpool dan Cable, film ini akan menampilkan banyak suasana yang lebih terasa segar. Pada film keduanya, Deadpool berani lebih tajam. Mulai dari  gaya bercanda yang lebih sarkas, cerita yang lebih naratif dan tentu saja lebih lucu dari film pertamanya yang tayang pada thaun 2016 yang lalu.

Berbagai promo kocaknya saja sudah membuat kita semua tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi anti-hero Marvel ini.  Hal yang sama bisa ditemukan ketika langsung menonton film kedua Deadpool.  Bayangkan saja, dimulai dari adegan pertama penonton sudah tertawa melihat gerakan-gerakan yang disajikan Deadpool.

Sutradara David Leitch yang sukses menggarap film Atomic Blonde dan John Wick, sangat pintar menggembangkan sosok Deadpool.  Lebih kasar dan brutal, tentu saja iya. Namun di saat bersamaan secara cerdas, David Leitch mampu mengembangkan karakter dan menampilkan sosok deapdool yang rapuh sekaligus lucu dan tambah mengesalkan.

Adegan aksinya pun terasa lebih natural. Tidak banyak adegan-adegan heroik yang berlebihan seperti kekuatan super atau senjata-senjata keren. Benar, jika memang Cable datang dari masa depan dan punya senapan berteknologi tinggi.

Namun, pertarungannya dengan Deadpool menjadi lebih seru ketika keduanya saling baku hantam dengan cara yang klasik tanpa menggunakan kekuatan yang berlebihan.  Tentu saja, keduanya kerap mengeluarkan lelucon-leucon yang membuat penonton menjadi tertawa.

Ditambah lagi dengan kombinasi penulis naskah Rhett Reese, Paul Wernick dan tentu saja si pemeran Deadpool Ryan Reynolds ikut ambil bagian dalam menampilkan jalan cerita film Deadpool 2.

Ketiganya mampu menghadirkan jalan cerita yang mudah untuk dimengerti, meskipun kamu belum menonton film pertamanya. Sangat sederhana, tapi punya pesan-pesan yang berarti.

Mulai dari yang serius, hingga gaya jenaka yang sarkas membuat film ini tampil dengan alur cerita yang matang. Meskipun begitu, film ini diperuntukkan bagi penonton yang sudah berusia diatas 17 tahun.

Bahkan, ketiganya menampilkan dialog-dialog yang yang absurd, namun tertata rapi. Misalnya saja, lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Deadpool, atau ketika dirinya menyindir karakter-karakter dari komik DC yang disebutnya begitu gelap dalam film-film DC Universe.

Gaya khas David Leitch yang menampilkan film dengan cara yang brutal menjadi salah satu alasannya. Namun, tentu saja Deadpool menyebut film Deadpool 2 sebagai sebuah film keluarga.

Selain itu, naskah pun ditulis dengan memiliki beberapa twist yang akan membuat kamu terkejut dengan jalan cerita film ini.  Tenang saja, ini gaya sarkas Deadpool yang memang dikenal sebagai karakter Marvel yang gemar mengajak penontonnya untuk bercerita. Sisanya, film anti-hero ini sangat layak untuk ditonton.

Apalagi ketika aksi-aksi superhero yang menampilkan adegan aksi penuh kekuatan super sudah terasa membosankan dan penuh pertanyaan-pertanyaan yang membuat kamu semakin penasaran.

Baca Juga: 8 Alasan Kenapa Harus Nonton Deadpool 2

Post Credit Scene Jenaka

Terakhir, jangan langsung beranjak dari kursi bioskop ketika filmnya berakhir. Selain post credit scene yang membuat penonton terpingkal-pingkal, ada satu opening credit yang tidak boleh kamu lewatkan karena menyebutkan salah satu aktor kondang Hollywood yang ternyata tampil di akhir film Deadpool 2.

Apakah ada salah satu karakter yang mati di film ini? Jawabannya bisa kamu temukan langsung dengan menonton langsung filmnya dan  pesan tiket bioskopnya di BokMyShow sekarang ya.

Beli tiket bioskop Film Deadpool 2

 

Advertisement

10 thoughts on “Review Film: Deadpool 2, Tampil Lebih Jenaka dan Penuh Aksi Agresif

Comments are closed.