8 Perbedaan Besar Novel dan Film Murder on the Orient Express. Awas Spoiler!

Film Murder on the Orient Express diangkat dari novel populer karya Agatha Christie yang diterbitkan pada tahun 1934. Novel ini mampu menarik antusiasme publik sampai-sampai dibuatkan filmnya berkali-kali. Yang terbaru aktor dan sutradara asal Inggris, Kenneth Branagh mencoba kembali mengangkatnya ke layar lebar. Tak hanya menyutradarai, Branagh juga memerankan sendiri lho karakter utamanya.

Film ini bercerita tentang seorang detektif asal Belgia bernama Hercule Poirot yang mengambil tindakan ketika terjadi pembunuhan terhadap orang penting asal Amerika. Terjebak dalam kereta bersama para pembunuh yang berada di dalamnya, Poirot berusaha memecahkan misteri siapakah pembunuh dalam kereta mewah bernama Orient Express tersebut.

Lalu apa saja ya perbedaan antara novel dan versi filmnya? Lihat nih, tapi hati-hati ya ada spoiler!

 

1) Kumis Poirot berbeda

Perancang kostum Kenneth Branagh yang berperan sebagai Hercule Poirot memilih kumis yang lebat, banyak, dan abu-abu. Hal ini sangat berbeda dengan yang digambarkan Christie dalam novelnya, di mana kumis Poirot diwarnai dan dipelihara dengan hati-hati.

 

2) Karakternya dibuat beda

Meski ada 12 tersangka baik dalam buku maupun film, karakternya agak sedikit berbeda dalam film. Colonel Arbunthnot adalah seorang dokter. The Swedish Greta Ohlsson diganti dengan Pilar Estravados, diperankan oleh Penelope Cruz. The Italian Car Salesman menjadi Cuban Biniamino Marquez, diperankan oleh Manuel Garcia-Rulfo. Cyrus Hardman menjadi orang German bernama Gerhard-Hardman untuk sementara waktu. Pelayan Ratchett jauh lebih tua dalam film ini daripada pelayan berusia 39 tahun yang dijelaskan dalam buku.

 

3) Badai salju momen besar dalam film ini

Dalam trailer kita dapat melihat salju terlepas dari sisi gunung dan jatuh di jalur kereta sehingga menghalangi jalannya kereta, hal ini hampir menjadi kiamat untuk Orient Express. Namun dalam buku digambarkan kereta tiba-tiba saja berhenti tapi bukan karena adanya limpahan salju yang turun dari gunung.

 

4) Hecter McQueen mencuri uang dari Ratchett sebelum meninggal

Hal ini terjadi setelah ia mencoba melompat dari kereta dan membakar barang bukti sebelum Poirot menemukannya. Dalam buku, ia mengakui sejak awal bahwa dia terhubung dengan kasus Daisy Armstrong melalui ayahnya, namun mengaku tidak mengenal Ratchett dan penculik Cassetti adalah satu dan sama.

 

5) Hercule Poirot seharusnya ditembak

Dokter Arbuthnot menembak Poirot namun bukan untuk membunuhnya melainkan untuk membuktikan bahwa dia adalah seorang penembak jitu. Adegan ini tidak terdapat di filmnya.

 

6) Mary Debenham tidak mengenali wajah Hercule Poirot

Pertemuan Mary dengan Poirot juga menjadi salah satu adegan inti di film ini. Pada saat pertemuan mereka di kapal, dalam filmnya Mary mengenali wajah Poirot yang dikenal sebagai detektif terkenal, sementara di buku Mary memang melihat Poirot namun hanya menganggapnya sebagai angin lalu.

 

7) Ratchett tidak suka basa-basi

Dalam buku Ratchett digambarkan sebagai orang Amerika yang dikenal tidak suka basa-basi. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan filmnya di mana ia mengajak Poirot untuk berbincang-bincang santai sebelum menyewanya menjadi detektifnya.

 

8) Karakter Bouc dibuat berbeda

Bouc jelas merupakan tipe karakter berbeda yang memiliki kebiasaan buruk, dan menyukai prostitusi di film ini. Karakter Bouc diperankan oleh Tom Bateman. Dalam buku, ia adalah orang Belgia. Ia juga tidak perlu meyakinkan Poirot untuk menangani kasus ini, seperti yang dia lakukan di film.

 

Murder on the Orient Express tayang di bioskop Indonesia mulai 29 November 2017. Kamu sudah bisa pesan tiketnya di BookMyShow untuk mendapatkan promo menarik.

 

Penulis:

Gabriella Jacqueline

 

Baca juga:

16 Poster Karakter Misterius di Murder on the Orient Express

Temukan Clue Tersembunyi di Foto Perdana Murder on the Orient Express

 


BACA JUGA


Ad

Comments

comments