5 Konser Musik Yang Berakhir Dengan Kematian

1. ALTAMONT FREE CONCERT

Pada 6 Desember, 1969, San Francisco menjadi tuan rumah bagi Altamont Free Concert disaat berjayanya era rock n’ roll. Lebih dari 300 ribu orang menghadiri konser tersebut dan organisasi motor terkenal di Amerika Serikat “Hell’s Angels” disewa sebagai sekuriti pada hari itu. Kemudian pendatang mulai menyerang satu sama lain diakibatkan pengaruhnya minuman alcohol dan narkoba sampai titik dimana band “Grateful Dead” menolak untuk main. Pada saat band Rolling Stones tampil, seorang pria bernama Meredith Hunter mengeluarkan senjata api setelah dipukul oleh orang lain; disitulah Hell’s Angels selaku penjaga masuk dan menggebuk Meredith dan menusuknya hingga mati. Alhasil jumlah kematian pada hari tersebut berjumlah dengan 4 orang.

2. ROSKILDE CONCERT

Saat band terkenal bergenre grunge rock “Pearl Jam” tampil dalam festival Rosklide di Denmark pada 30 Juni, 2000. Disana band Pearl Jam diberhentikan sementara  dan menyuruh penonton untuk mundur kebelakang untuk menyelamatkan orang yang terinjak oleh masa; akan tetapi tindakan tersebut sudah terlambat, alhasil 9 orang meninggal karena terinjak hingga mati oleh masa. Akhirnya Pearl Jam hanya tampil sebentar dan band The Cure yang seharusnya tampil sesudahnya membatalkan penampilannya.

 

3. THE WHO CONCERT

Pada 3 Desember, 1979 menjadi hari yang menggantikan dunia rock music selamanya. Ketika 18,000 penggemar band “The Who” yang menunggu di Riverfront Coliseum di Cincinnati, Ohio dari jam 1:30 siang untuk acaranya yang dimulai jam 8 malam dikarenakan system tiketing first come first serve. Tragedinya adalah ketika The Who pada saat itu sedang check sound yang disangka para penggemarnya mereka sudah mulai bermain. Dari situ para penggemar lari bersamaan ke dalam dan pada saat polisi dan staff sempat membubarkan mereka, tertemu 12 orang terluka dan 11 meninggal dikarenakan kedorong dan terinjak oleh masa. Setelah kejadian itu, kota tersebut melanggar jenis system ticketing selama 24 tahun kedepan.

4. GREAT WHITE CONCERT



Pada malam Febuari 20, 2003, ribuan orang hadir dalam Station Nightclub di West Warwick, Rhode Island untuk menyaksikan band “Great White”. Band managernya memutuskan untuk memasang alat pembuatan petasan dimana percikan apinya mengakibatkan night club tersebut terbakar. Masalahnya adalah saking banyaknya penonton di dalam yang tidak menyadari bahwa terjadinya kebakaran saat itu. Akhirnya, 100 orang meninggal karena terinjak, terbakar oleh api dan sesak nafas dari asap kebakaran. Bahkan salah satu member dari Great White, Ty Longley merupakan korban dari kejadian tersebut.

5. KISS NIGHTCLUB FIRE

Pada 26 Januari, 2013, nightclub Kiss Santa Maria di Brazil terjadinya kebakaran pada saat penampilan band asal brazil “Gurizada Fandangueira”. Kebakaran terjadi karena tanpa izinnya band menggunakan alat petasan yang membakar atap nightclub tersebut. Lebih kacaunya tidak ada alaram kebakaran, alat penyiram air dan fire escape. Kesadaran penonton dan band akan kebakaran sangat telat yang mengakibatkan 240 orang meninggal, 168 terluka karena terinjak,menghirup asap dan luka kebakaran.
 

One thought on “5 Konser Musik Yang Berakhir Dengan Kematian

Leave a Reply