Bukan cuma Sepak bola, Ini 5 Cerita Inspiratif Lain dari Piala Dunia 2018

bukan-cuma-sepak-bola-ini-5-cerita-inspiratif-lain-dari-piala-dunia-2018

Hampir setiap pertandingan perdana dari masing-masing grup Piala Dunia sudah selesai digelar. Banyak kejutan-kejutan yang tidak pernah terbayangkan. Islandia dan Panama boleh-boleh saja menjadi “anak baru” di Piala Dunia 2018.

Namun, kejutan Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia tidak langsung berhenti. Juara bertahan Jerman takluk dari Meksiko. Lionel Messi gagal mebobol gawang tim “anak baru” Islandia dan tentu saja pertandingan seru antara Portugal melawan Spanyol yang benar-benar menjadi kenyataan.

Namun, fakta dan kejutan Piala Dunia 2018 tidak berhenti sampai disana. Selain masih banyak pertandingan seru yang patut dinantikan, ada hal-hal unik terkait Piala Dunia 2018 di Rusia. Bukan sekadar unik, namun menjadi kisah-kisah inspiratif yang membuktikan Piala Dunia bukan hanya sekadar sebuah pertandingan olahraga, namun menyajikan sebuah semangat baru yang menyenangkan.

BookMyShow akan merangkum beberapa hal-hal unik dan inspiratif dari Piala Dunia 2018 kali ini.

1. Pemain Keturunan Indonesia

bukan-cuma-sepak-bola-ini-5-cerita-inspiratif-lain-dari-piala-dunia-2018

Sumber: Guardian.ng

Indonesia boleh-boleh saja tidak menyerah untuk mengejar mimpinya tampil di Piala Dunia sampai tahun kapan pun. Namun, hampir di setiap Piala Dunia, nama Indonesia selalu hadir sebagai bumbu menarik Piala Dunia.

Kali ini, nama Massimo Corey Luongo pemain tim nasional Australia yang berlaga di Piala Dunia. Massimo merupakan pemain yang memiliki darah keturunan Indonesia. Kerennya lagi, nama Massimo ternyata merupakan pemain yang bermain di klub divisi Championship Inggris, Queens Park Rangers.

Sayangnya, Massimo belum diturunkan di pertandingan pertama Australia saat berhadapan dengan Perancis. Jika diturunkan bermain di Piala Dunia 2018 melawan tim nasional berikutnya, Massimo akan mengikuti jejak John Heitinga, Giovani Van Brockhost hingga Nigel de Jong yang merupakan pemain berdarah Indonesia yang bermain di Piala Dunia.

Asalkan bekerja lebih keras lagi, siapa pun bisa menjadi yang terbaik dan mengharumkan namanya sendiri dan membawa kebanggan luar biasa untuk negaranya. Termasuk jika ingin melihat Indonesia suatu saat nanti benar-benar tampil di Piala Dunia tanpa pemain keturunan yang membela negara lain.

2. Sepak bola pemersatu

Sepak bola itu luar biasa. Menyatukan siapa pun dalam perbedaan. Piala Dunia 2018 sudah membuktikannya. Sebuah akun Twitter bernama @WorIdCupUpdates menampilkan sebuah foto yang membuat bulu kuduk kamu bisa merinding.

Tidak ada yang bisa memecah penggemar sepak bola meskipun mendukung negara yang berbeda-beda. Begitulah gambaran dari para pendukung Kolombia dan Meksiko yang memberikan dukungan kepada salah satu suporter Mesir yang mengalami kondisi cacat fisik untuk mendukung tim kesayangannya di Piala Dunia 2018.

Pendukung Mesir yang hanya menggunakan kursi roda dan tetap nekat memberikan dukungan untuk tim nasionalnya mendapatkan dukungan penuh dari para suporter lain, meskipun berbeda negara.

Bahu-membahu para suporter dan Kolombia dan Meksiko membopong sang superter bersama kursi rodanya agar bisa melihat langsung pertandingan tim kesayangannya Mesir berlaga dari layar raksasa yang terkembang di luar stadion.

Satu kisah inspiratif yang sebaiknya ditiru oleh suporter Indonesia yang kerap bentrok mendukung tim kesayangan mereka masing-masing, meskipun Indonesia katanya dihuni masyarakat yang saling bergotong royong.

Setidaknya untuk saat ini, suporter Piala Dunia 2018 3 vs suporter Indonesia (yang masih senang “bentrok”) 0.

3. Kreatif di balik sepak bola

bukan-cuma-sepak-bola-ini-5-cerita-inspiratif-lain-dari-piala-dunia-2018

Sumber: Independent

Lupakan perbandingan sementara antara Cristiano Ronaldo yang memperoleh gelar-gelarnya dengan kerja keras dan Lionel Messi yang mendapatkan gelarnya karena lebih dikenal oleh bakatnya. Coba lihat nama Hannes Halldorsson.

Penjaga gawang Islandia ini melambung namanya usai mengagalkan tendangan penalti. Butuh kerja keras untuk menaklukkan sebuah sepakan penalti dari pemain kelas dunia seperti Messi. Butuh ide “kreatif” juga untuk mendukung sepak bola di negaranya.

Hannes Halldorsson sendiri memiliki pekerjaan sebagai seorang Creative Director, disamping pekerjaannya sebagai pesepak bola. Hannes Halldorsson dikenal membuat sebuah iklan yang sangat apik tentang sepak bola dan dikerjakannya untuk perusahaan minuman ringan Coca-Cola.

Sebuah kreatifitas yang bagus untuk iklan, dukungan yang kuat untuk negaranya dan kepercayaan diri yang tinggi untuk menghadang seorang Lionel Messi tentunya bisa jadi kisah inspiratif yang mengajarkan kita semua untuk selalu memiliki nada-nada optimisme yang berdendang di hati dan kepala.

Tidak percaya? Cobak cek video kreatif hasil pemikiran Hannes Halldorsson di bawah ini:

4. Legenda sang kakek

bukan-cuma-sepak-bola-ini-5-cerita-inspiratif-lain-dari-piala-dunia-2018

Sumber: Bleachreport

Potret seorang kakek tua berkumis, yang menagis usai Brasil kalah 1-7 dari Jerman pada Piala Dunia 2014 memang melegenda. Clovis Acosta Fernandes namanya, dan menjadi legenda tersendiri bagi para pendukung sepak bola dunia.

Meski potretnya baru terungkap sejak tahun 2014, namun Clovis Acosta Fernandes sudah selalu mendukung Brasil bermain di Piala Dunia dengan datang langsung ke stadion dan dilakukannya sejak tahun 1990!.

Kini, kita semua sudah tidak bisa menyaksikan wajah legendarisnya. Clovis Acosta Fernandes menghembuskan nafas terakhirnya pada tahun 2015 karena kanker.

Namun, warisan Clovis Acosta Fernandes akan selalu ada. Kali ini, dua anak lelakinya yang melanjutkan tugas Clovis Acosta Fernandes. Gostavo dan Frank kini menggantikan peran ayahnya sebagai pendukung setiap Brasil yang melegenda.

Buktinya kedua anak lelakinya hadir di Rusia untuk mendukung langsung tim nasional Brasil di Piala Dunia 2018. Bukti ini langsung tercatat melalui akun Twitter @FourFourTweet.

Sebuah foto menunjukkan bahwa kedua putranya hadir langsung menggantikan peran Clovis Acosta Fernandes yang mungkin akan tertangkap kamera sedang memegang erat replika Piala seperti sang ayah.

5. Lebaran di Rusia

Siapa bilang Rusia adalah negara otoriter yang sering memaksakan kehendaknya. Buktinya, ketika momen Piala Dunia bertepatan dengan Idul Fitri, beberapa pemain muslim ikut merayakan lebaran bersama-sama dengan masyarakat muslim Rusia.

Bukan hanya nama-nama pemain muslim seperti Paul Pogba, Adnan Januzaj, Xherdan Shaqiri, Mohammed Salah, Ahmed Elmohamady, Ilkay G├╝ndogan atau Mesut ├ľzil saja yang merayakan lebaran.

Namun, pemain tim nasional Nigeria yang dipimpin Ahmad Musa merayakan lebaran dengan shalat Idul Fitri bersama-sama dengan masyarakat Rusia ketika lebaran tiba. Beberapa pemain Nigeria ini memulai shalat Idul Fitri di Kaliningrad, Rusia sebelum pertandingan melawan Krosia.

Informasi ini sudah berkeliaran di media sosial dan akun Twitter @esadiya menampilkan foto para pemain Nigeria seperti sedang mendengarkan khutbah shalat Idul Fitri.

Meskipun jauh dari kampung halaman, namun momen Lebaran tidak bisa akan dilupakan dan dilewatkan begitu saja oleh para pemain Nigeria dan pemain muslim lainnya yang tampil di Piala Dunia.

Punya cerita inspiratif dari Piala Dunia 2018 versi kamu? Yuk, berbagi dengan BookMyShow.

 


BACA JUGA


Ad

Social Media

Comments

comments