6 Film Animasi DC Ini Tak Kalah Apik dari Versi Sinemanya

6-film-animasi-dc-ini-tak-kalah-apik-dari-versi-sinemanya

Penggemar film, khususnya tentang teori superhero pastinya tidak akan pernah melupakan jalan cerita film-film yang dikembangkan melalui DC Comic. Film ini sudah hadir sejak jaman dahulu, hingga sekarang.

Sebut trilogi film Batkan: Dark Knight yang digarap dengan jenius oleh Christopher Nolan. Hingga film-filmterbaru DC yang masuk dalam DCEU seperti Wonder Woman,  Justice League, Batman Vs. Superman: Dawn of Justice hingga Suicide Squad.

Meski menghadirkan banyak bintang-bintang hollywood yang terkenal film ini sayangnya kurang mendapatkan respon yang bagus. Bahkan tidak jarang pula para penggemar memberikan kritik bagi Batman Vs. Superman: Dawn of Justice, Suicide Squad, hingga yang terakhir Justice League. 

Tidak heran akhirnya film-film superhero DC ini “dikacangin” oleh film superhero-superhero Marvel. Uniknya, meskipun versi senmatik dari film DC bisa dibilang gagal, namun film-film animasinya justru melejit dan menampilkan jalan cerita yang menarik.

Tidak percaya? BookMyShow akan menyajikan beberapa film animasi DC yang justru lebih keren dibandingkan beberapa film sinematik DC dalam beberapa tahun terakhir. Apa saja ya?

Batman: Mask of Phantsm

6-film-animasi-dc-ini-tak-kalah-apik-dari-versi-sinemanya

Sumber: IMDB

Film animasi yang punya banyak plot twist dan menghadirkan karakter-karakter rumit, namun dengan jalan cerita yang mudah dimengerti. Bruce Wayne alias pengena kostum Batman harus berhadapan dengan seorang vigilante lainnya bernama James Gordon.

Banyak masyarakat yang mengira vigilante ini adalah Batman, namun sebenarnya ini adalah ulah dari James Gordon. Dihasut oleh pejabat korup di Gotham, semua polisi saat memburu Batman. Di satu sisi Batman harus membersihkan namanya sendiri.

Sialnya lagi, pada saat bersamaan Joker membuat ulah. Belum lagi, ketika mantan kekasih Bruce Wayne datang kembali ke Gothan yang membuat Batman harus bertarung dengan egonya. Menjadi superhero atau sosok seorang Bruce Wayne.

Film animasi Batman: Mask of the Phantasm yang rilis pada tahun 1993 bisa jadi film DC Pembuka buat kamu yang belum puas dengan jalan cerita tentang Batman.

Baca Juga: Film Animasi Terlaris yang Tidak Bosan Untuk Ditonton 

Batman: The Dark Knight Returns

6-film-animasi-dc-ini-tak-kalah-apik-dari-versi-sinemanya

Sumber: IMDB

Trilogi Dark Knight versi sinematik dari Christpher Nolan memang luar biasa bagus. Namun, versi animasinya yang berjudul Batman: The Dark Knight Returns yang terdiri dari dua bagian cerita juga sangat seru.

Di film ini Bruce Wayne masih dianggap sebagai orang terhormat di Gotham. Hanya saja, pandangan orang akan sosok Bruce ketika mengenakan kostum Batman adalah sosok seorang penjahat. Bruce masih diburu oleh pihak kepolisian karena diduga sebagai sosok yang suka main hakim sendiri.

Serunya lagi, di film animasi ini Batman sudah bertemu dengan Superman yang menganggap Batman adalah penjahat. Meskipun memiliki plot twist yang sama karena Bruce Wayne (Batman) dan Clark Kent (Superman) memiliki nama ibu yang mirip, namun jalan cerita di film ini bertemu dengan sosok penjahat seperti Joker dan Harvey Dent.

Justice League: The Flashpoint Paradox

6-film-animasi-dc-ini-tak-kalah-apik-dari-versi-sinemanya

Sumber: IMDB

Rilis tahun 2013, film ini sebenarnya lebih mengurai kisah The Flash, salah satu superhero dari DC. Hanya saja jalan ceritanya dibuat unik dan menampilkan satu sisi yang berbeda.

Barry Alen (The Flash) diceritakan tidak memiliki kekuatannya lagi., Teman-temannya dari Justice League seperti Batman, Wonder Woman, hingga Superman justru tidak mengenalnya lagi.

The Flash terbangun dan terkejut ketika mendapati dirinya kehilangan kekuatan super. Kejanggalan semakin bertambah ketika dia melihat ibunya yang seharusnya telah meninggal karena terbunuh oleh Reverse Flash, kini masih hidup dan para pahlawan super lain memiliki karakter yang berbeda dan tidak mengenali dirinya.

Pada situasi ini The Flash berada dalam situasi yang tidak mengenakkan. Wonder Woman sedang berseteru dengan Aquaman. The Flash berusaha meredakan perseteruan ini sekaligus mencari cara untuk mendapatkan kekuatannya kembali.

The Flash pun kembali menembus ruang dan waktu, untuk mengubah kehidupannya menjadi lebih baik dan tidak membuat para superhero berseteru lagi.

Satu cerita yang berbeda, namun asik untuk diikuti. Bahkan jika ingin DC ingin menghapus kelamnya film-film sinematik mereka, Justice League: The Flashpoint Paradox bisa diangkat ke layar lebar dan mengulang kembali cerita-cerita para superhero DC dengan lebih baik.

Batman: Assault on Arkham

6-film-animasi-dc-ini-lebih-lucu-dan-mantap-dari-versi-sinema

Sumber: IMDB

Film Batman: Assault on Arkham bisa dibilang sebagai bagian dari perseteruan antara Batman dengan para villain. Hanya saja titik cerita lebih difokuskan kepada penjahatnya yang memang liar.

Ada nama Joker, Penguin, Riddler, Harley Quinn yang mengacaukan Gotham dan membuat Batman kewalahan. Karena film ini mengisahkan para karakter villain, maka nuansa lebih gelap dari jalan cerita pun terungkap di dalam film ini.

Bahkan para penggemar DC serta non-DC mendapatkan sisi lain dari karakter villain DC yang selama ini tenggelam di bawah bayang-bayang pada superhero. Sebagai lanjutannya, jangan lupa melanjutkan ceritanya dengan menonton Batman: The Killing Joke yang juga punya cerita unik.

Justice League: War

6-film-animasi-dc-ini-tak-kalah-apik-dari-versi-sinemanya

Sumber: IMDB

Rilis pada tahun 2014, Justice League: War merupakan salah satu cerita yang dibangun untuk mengenalkan kisah para superhero di Justice Leagu pertama kalinya.

Nama Batman, Superman, Aquaman, Wonder Woman, The Flash, Cyborg plus Green Lantern dan Shazam menjadi titik awal dari kehadiran Justice Leagu, dan bukan seperti di versi sinematiknya yang hanya terdiri dari lima superhero saja.

Di film ini, pengenalan karakternya lebih dalam. Pertemuan mereka pun dibuat lebih unik dan punya jalan cerita yang rapi. Ketika awalnya tidak saling mengenal kemudian mereka semua bersatu menghadapi musuh bernama Darkseid.

Jika kamu kecewa dengan Justice League dari versi sinematiknya, maka film animasi DC berjudul Justice League: War adalah obat yang tepat untuk menyaksikan keindahan para superhero DC dari sisi yang berbeda.

Suicide Squad: Hell to Pay

6-film-animasi-dc-ini-tak-kalah-apik-dari-versi-sinemanya

Sumber: IMDB

Film Suicide Squad bisa dibilang merupakan bagian dari keriuhan DC Universe. Hanya saja jalan ceritanya tidak berfokus pada superhero, melainkan para karakter villain.

Pada tahun 2016, versi sinematik dari Suicide Squad. Berbagai respon pun diberikan. Namun, rata-rata para penggemar memberikan komentar negatif untuk film ini.

Namun, tepatnya di tahun 2018, karakter para villain ini dikemas dalam sebuah cerita animasi berjudul Suicide Squad: Hell to Pay.

Alur ceritanya lebih mantap. Konflik yang dibangun pun tidak setengah-setengah. Apalagi mengingat karakter yang ditonjolkan di dalam film ini para penjahat dan bukannya superhero. Jadi, buat kamu yang kecewa dengan Suicide Squad versi sinematik, maka Suicide Squad: Hell to Pay adalah pilihan tepat untuk menonton karakter para villain DC.

Jadi, film animasi DC mana yang kira-kira cocok buat kamu?

Baca Juga: Dari Aksi hingga Animasi, Ini Film Hollywood Terbaru Juli 2018

 


BACA JUGA


Ad
[fbcomments]