Menara Stasiun Cawang

Menara Stasiun Cawang

Bahasa Indonesia
Horror
08 Apr 2016
1 hrs 30 mins
WILL WATCH (0)
MAYBE (0)
WON'T WATCH (0)
Summary User Reviews Critic Reviews
SYNOPSIS
Mungkin diantara kita banyak yang tak percaya hal-hal gaib. Untuk mereka yang percaya, biasanya orang-orang ini akan menghindari hal-hal atau tempat-tempat yang terkenal akan keangkerannya. Tapi, bagaimana bagi mereka yang tak percaya? Well, percaya atau tidak adalah hak tiap Individu. Namun bukan berarti karena tak percaya, kita menjadi takabur, dan malah menantang untuk bertemu hal gaib tersebut.

Seperti Adit (Iqbal Perdana) dalam film Menara Stasiun Cawang Contohnya. Adit yang merupakan seorang Sutradara film dokumenter terkenal, merupakan salah seorang yang tidak mempercayai akan adanya hal gaib. Ia dikenal sebagai orang yang sangat Realistis oleh teman-temannya, sehingga dapat ditebak, bahwa dirinya tak akan percaya hal-hal yang tidak bisa dijelaskan oleh logika. Namun hal tersebut berubah ketika suatu kejadian menimpa keluarganya.

Istri Adit, Ranti, mendadak ditemukan tewas dalam mobil. Saat ditemukan, mobil yang berisi jenazah Ranti itu berada di kawasan Menara Stasiun Cawang, atau yang lebih dikenal Menara Saidah. Adit yang sedih dan bingung mencoba mencari tahu apa yang menyebabkan Istrinya meninggal, sehingga Ia mencoba menyelidiki sendiri apa yang sebenarnya terjadi. Paranormal dan banyak pemuka Agama berpendapat bahwa istrinya tersebut meninggal karena aktivitas gaib di Menara tersebut. Adit yang muak akhirya mencoba membuat dokumentasi tentang isi menara tersebut, apakah benar hal gaib itu ada, atau hanya sekedar omong kosong belaka.

Ditemani salah seorang Paranormal terkenal, Baron, adit menyiapkan peralatan untuk menangkap aktivitas makhluk gaib yang kabarnya memang sering terjadi di menara tersebut. Setelah semalaman penuh Adit dan baron berada di tempat tersebut, mereka pun kembali ke rumah. Namun sesampainya di rumah, Adit mulai merasa ada yang aneh dengan dirinya. Bahkan, hal aneh tersebut mulai membahayakan keluarga, terutama anaknya.
Director: Eka Katili
Writer: Ariestho

Loading...