Kalam Kalam Langit

Kalam Kalam Langit

Bahasa Indonesia
Drama
14 Apr 2016
1 hrs 30 mins
35%
2 votes
5 0
4 0
3 0
2 0
1 0
1.8
CRITICS RATING
5 0
4 0
3 0
2 0
1 0
0
RATE IT
Summary User Reviews Critic Reviews
SYNOPSIS
Kalam Kalam Langit merupakan film yang bercerita tentang nilai-nilai Islam di Pulau Lombok, tepatnya Lombok Barat. Para warga di Lombok Barat yang masih sangat kental dengan nuansa Islaminya, tak jarang untuk menyelenggarakan ajang perlombaan yang tentunya juga bernuansa Islami. Seperti perlombaan baca Al-Quran, Azan, dan lain-lain, sering diselenggarakan disana.

Jafar, salah seorang pemuda asli Lombok, yang cukup ahli dalam membaca Al-Quran, mulai masuk dalam kehidupan pesantren. Pada suatu hari, Pesantren tempat Jafar belajar, menyelenggarakan sebuah perlombaan baca Al-Quran indah, dengan hadiah berupa beasiswa. Jafar yang mengetahui hal itu, tertarik untuk ikut serta dalam perlombaan tersebut. Hal ini dilakukan Jafar, agar ia mendapatkan kesempatan untuk meraih cita-citanya. Namun, impian jafar itu terkendala ketika ayahnya tau tentang perlombaan, yang ingin diikuti anaknya tersebut. Ayah Jafar melarang keras anaknya itu untuk ikut perlombaan MTQ. Ia menilai bahwa Agama bukanlah sesuatu yang bisa di perlombakan, apa lagi dijadikan ajang mengejar hadiah.

Selain itu, seorang santri di Pesantren yang juga ikut serta dalam perlombaan tersebut, melakukan hal curang, demi agar ambisinya untuk memenangkan lomba MTQ tercapai. Santri tersebut menyogok juri supaya memberi suara ke dirinya. Di samping berbagai macam masalah tersebut, jafar juga dihadapkan pada situsi dimana dirinya harus memilih antara Cinta, dan Cita-cita.

Bagaimana kiranya kelanjutan cerita Kalam Kalam Cinta ini? Akankah Jafar berhasil untuk menggapai cita-citanya? Lalu, bagaimana dengan Cinta Jafar? masih dapatkah ia memperjuangkan Cintanya?

Film Kalam Kalam Langit adalah film yang memiliki nilai moral tentang kearifan Agama Islam. Film ini juga seakan mencoba untuk mengingatkan para penontonnya, untuk memegang teguh prinsip ajaran islam, tanpa adanya embel-embel duniawi.
Director: Tarmizi Abka
Writer: Faozan Rizal

Loading...