Doa Yang Mengancam

Doa Yang Mengancam

Bahasa Indonesia
Drama
09 Oct 2008
1 hrs 55 mins
WILL WATCH (0)
MAYBE (0)
WON'T WATCH (0)
Summary User Reviews Critic Reviews
SYNOPSIS
Madrim (Aming), kuli angkut, merasa dirinya bernasib paling malang di dunia. Kawannya, Kadir (Ramzi), seorang penjaga mushola menyarankan agar Madrim rajin sholat. Madrim mengikuti nasihat ini tapi nasibnya tak kunjung berubah.

Sebuah peristiwa perampokan mengilhami Madrim. Dalam doanya ia mengancam Tuhan dan memberi tenggat waktu tiga hari. Jika doanya tidak terkabul, ia akan berpaling ke setan.

Pada hari ketiga, petir menyambar Madrim dan ia jatuh pingsan. Ia ditolong penduduk desa. Setelah sadar, tiba-tiba Madrim memiliki kemampuan dapat mengetahui keberadaan seseorang hanya dengan melihat fotonya. "Kemampuan melihat" ini dimanfaatkan polisi untuk melacak keberadaan para buron. Puluhan buron berhasil ditangkap polisi atas "petunjuk" Madrim.

Hal ini meresahkan Tantra (Deddy Sutomo), seorang "buron kerah putih" yang kaya raya. Ia menculik Madrim dan menahan di apartemennya dengan memberinya gaji buta dan pengawalan ketat. Madrim pun seketika hidup berkecukupan.

Madrim lagi-lagi mengancam Tuhan agar ia dibebaskan dari "kemampuan lebih"-nya yang ternyata justru menyiksa dirinya. Kadir menduga, jangan-jangan "kemampuan lebih" itu bukan pemberian Tuhan, tapi pemberian setan. Maka Madrim pun "menggugat setan". Lagi-lagi Madrim mengalami koma. Setelah siuman, ia bukannya kehilangan kemampuan, tapi kemampuannya justru bertambah. Ia bukan saja bisa melihat gambaran seseorang saat ini, tapi juga gambaran di masa mendatang! Dalam tempo singkat kekayaan Madrim meningkat. Tapi ia tak kunjung bahagia karena ia justru tak mampu melacak keberadaan istrinya sendiri. Ia pun memohon pada Tuhan agar dipertemukan dengan istrinya.

Tantra yang melihat Madrim lesu dan kesepian, berinisiatif memanggilkan seorang pelacur kelas atas ke apartemen Madrim. Pelacur ini pun datang dan ternyata dia adalah Leha, istri Madrim. Leha merasa sangat terpukul dan melarikan diri. Madrim mengejarnya sampai lantai tertinggi apartemen. Madrim merayu agar Leha mau hidup bersama lagi seperti dulu, tapi Leha memilih bunuh diri. Madrim merasa sangat terpukul dan memutuskan "membuang" semua kekayaannya (menyerahkannya ke Kadir untuk dikelola) dan memilih jadi orang biasa.

Muncul kemudian gambaran dirinya di masa depan: Madrim yang sudah miskin masih juga ditodong dan ditusuk penjahat karena tak bisa menyerahkan apa-apa. Madrim panik dan memutuskan untuk pergi ke padang ilalang tempat ia pertama kali mendapat kekuatan. Di padang ilalang ini ia berteriak memanggil-manggil petir agar datang dan menyambarnya, dan berharap agar dengan tersambar petir kekuatannya akan hilang dan ia bisa kembali menjadi manusia biasa. Berhari-hari Madrim bergolek di padang ilalang. Sampai nyaris mati lemas. Kepala Desa lagi-lagi menemukan Madrim dan menolongnya. Kadir (yang datang ke desa ini karena sudah bisa menduga tujuan kepergian Madrim) mengatakan ia dan orang-orang desa berdoa untuk keselamatannya. Madrim merasa iri pada orang-orang yang masih bisa berdoa, karena dirinya sudah takut berdoa. Kadir menyarankan agar Madrim bersikap tawakal.
Director: Hanung Bramantyo
Writer: Jujur Prananto

Loading...