Antologi Film Dokumenter Eagle AwardsAntologi Film Dokumenter Eagle Awards

Antologi Film Dokumenter Eagle AwardsAntologi Film Dokumenter Eagle Awards

Bahasa Indonesia
Drama
16 Oct 2013
1 hrs 47 mins
WILL WATCH (0)
MAYBE (0)
WON'T WATCH (0)
Summary User Reviews Critic Reviews
SYNOPSIS
1. Hikayat Dari Ujung Pesisir

Sutradara : Cut Ervida Diana & Darang Melati Z
Pengeboman ikan sudah menjadi tradisi turun temurun di kawasan Aceh Besar, sebagian nelayan menggantungkan hidupnya dari kegiatan tersebut. Akibat dari pengeboman ikan, berbagai masalah pun timbul, mulai dari kerusakan ekosistem laut, berkurangnya hasil laut dan munculnya korban akibat dari penggunaan bom saat melakukan penangkapan ikan.

2. Barisan Gendeng di Pusaran Industri
Sutradara : Rizki Rengganu Suri & Wiliams Wijaya Saragih
Pegunungan Kendeng menarik minat perusahaan semen untuk dieksploitasi. Masyarakat Samin yang tinggal di sekitar pegunungan Kendeng, Kec Sukolilo, melihat ini sebagai ancaman dan melakukan aksi penolakan. Namun, penambangan liar dan juga aksi dukungan pembangunan pabrik semen di Kabupaten Rembang serta Perda tata ruang dan wilayah menjadi ancaman bagi petani dan masyarakat Sedulur Sikep Samin

3. Para Harimau Yang Menolak Punah
Sutradara : Imanda Dea Sabiella & Edho Cahya Kusuma
Kuasa pertambangan emas yang dicetuskan kepada beberapa perusahaan tambang sejak tahun 1994 di Kabupaten Jember turut andil dalam pengalihan fungsi areal Taman Nasional Meru Betiri. Pasalnya, luas areal eksplorasi tambang meliputi kawasan Meru Betiri. Di empat dari 12 desa penyangga Meru Betiri kini terdapat aktivitas tambang. Padahal di Meru Betiri terdapat habitat harimau jawa (Panthera tigris sondaica). Dainuri dan Wahyu Giri berusaha melakukan penyelamatan TM Meru Betiri dengan menggunakan harimau jawa yang dinyatakan sudah punah oleh WWF. Merekalah para harimau yang menolak punah.

4. 70 : 30 Sama Dengan?
Sutradara : Lanang Bagus & Iswadi
Anggu, pemuda Dayak Satango di dusun Singkabang desa Suka Bangun Kecamatan Sungai Betung menginginkan fasilitas dasar desa tersebut terpenuhi. Tokoh tua (Indut) menginginkan hal yang sama. Anggu di hadapkan pada pilihan sulit: harus menjual tanah adat kepada perusahaan sawit untuk memenuhi kebutuhan desanya. Hal ini kemudian menciptakan konflik internal antara generasi tua yang ingin mempertahankan hutan adat dan generasi muda yang ingin menjual hutan adat di tengah himpitan kebutuhan ekonomi.

5. Provokator Damai
Sutradara : Rifky Husein & Ali Madi Salay
Konflik yang mendera Maluku tahun 1999-2002 telah menelan korban ribuan jiwa. Ribuan anak menjadi yatim dan jutaan orang mengungsi, serta jutaan lainnya hidup dalam trauma. Jacky Manuputty, pendeta dan Abidin Wakano, ulama, adalah potret dari banyak tokoh di Maluku yang berjuang menginginkan Ambon damai. Muhammad Yusuf Laga, yang masih menyimpan trauma akan konflik 1999, ingin memulihkan traumanya dengan mengikuti program tinggal bersama. Begitu juga Heni Liklikwati yang bersuamikan seorang pendeta, hidup dalam trauma selama belasan tahun. Heni berkeinginan mengikuti program sama agar traumanya dipulihkan dan mengubah persepsinya terhadap orang Islam. Yusuf merasa trauma konflik dalam dirinya membatasi interaksinya dengan orang-orang yang beragama Kristen. begitupun dengan Heni yang masih takut ke masuk ke pemukiman muslim karena masih trauma ketika terjebak dalam sebuah insiden penembakan di akhir tahun 1999.

Loading...