Review Film: Dramatisasi Bencana di Film Deepwater Horizon

Apa film terakhir Mark Wahlberg yang kamu suka? Rasanya sudah cukup lama ya aktor yang berwajah mirip dengan Matt Damon ini tidak terlibat dalam film yang bisa mengukuhkan namanya sebagai aktor papan atas Hollywood. Apakah film Pain & Gain, Transformer: Age of Extinction, Ted 2, ataukah Daddy’s Home yang baru saja dibintanginya di akhir 2015 lalu? Hmm, I don’t think so!

Alhasil, ketika mendengar nama Mark Wahlberg tertulis dalam deretan pemain yang muncul dalam sebuah film, bukan berarti jaminan bagus atau tidaknya kualitas film. Meski begitu antusiasme publik masih tetap tinggi ketika mendengar namanya masuk dalam jajaran pemain di film Deepwater Horizon. Tak dapat dipungkiri kehadiran aktor berusia 45 tahun ini menjadi daya jual tersendiri bagi film yang baru saja dirilis pada 28 September 2016 tersebut.

Bicara tentang film Deepwater Horizon, film ini menjadi ajang reuni bagi Wahlberg dan sang sutradara, Peter Berg, setelah pertemuan mereka dalam film Lone Survivor (2013). Deepwater Horizon diangkat dari kisah nyata tentang bencana laut terbesar di dunia yang pernah terjadi di Meksiko. Yaa pada tahun 2010 kilang minyak bernama Deepwater Horizon mengalami bencana kebocoran minyak paling dahsyat sepanjang sejarah Amerika. Tak hanya memuntahkan minyak mentah berbarel-barel banyaknya namun juga menelan korban jiwa. Insiden tersebut kemudian menginspirasi Peter Berg untuk mengangkatnya ke layar lebar.

DWH_D_20_06302.NEFDi film ini kita akan diajak untuk melihat cerita dari sudut pandang Mike Williams (Mark Wahlberg), seorang kepala teknisi di kapal kilang minyak Deepwater Horizon. Mike mengetahui jika kapal kilang minyak tempatnya bekerja banyak mengalami kerusakan. Tapi sayangnya, para pemilik modal enggan menanggapi laporan Mike dan tetap bersikeras untuk melakukan pengeboran. Sama halnya seperti Mike, Jimmy Harell (Kurt Russell), sang petinggi kapal pun tidak menganjurkan pengeboran dilanjutkan namun iapun juga tidak bisa berbuat banyak.

Uji coba akhirnya dilakukan untuk mencari tahu apakah kondisi memungkinkan untuk melakukan pengeboran. Sayangnya saat tes dilakukan, hasil menunjukkan aman. Mereka pun nekad melakukan pengeboran yang akhirnya mengakibatkan bencana terjadi.

Dramatisasi film bencana

Film diawali dengan alur yang membingungkan. Hal yang paling mengganggu adalah banyaknya istilah-istilah pengeboran yang ditampilkan lewat dialog-dialog para pemainnya yang kurang dapat dipahami orang awam. Meski begitu film Deepwater Horizon adalah film bencana yang menghibur dengan menampilkan dramatisasi visual yang menarik serta karakter-karakter yang mengundang simpati. Dengan budget sebesar Rp 2 triliun, jelas bukanlah hal yang sulit bagi Peter Berg untuk menghadirkan dramatisasi ledakan seperti dalam film-film khas Michael Bay.

deep

Akting jempolan Mark Wahlberg

Kemunculan Mark Wahlberg memang selalu mencuri perhatian. Hanya saja dalam beberapa tahun belakangan ia kurang begitu jeli dalam memilih peran. Jika dihadapkan pada film yang tepat, potensi akting Wahlberg bisa jadi akan menaikkan kredibilitasnya sebagai aktor papan atas Hollywood. Di film ini pun Wahlberg tampil memukau dengan totalitas aktingnya yang jempolan. Ia terbukti sukses menterjemahkan rasa frustasi Mike Williams ketika bencana Deepwater Horizon terjadi dan bahaya maut mengancam nyawanya.
deepwater-horizon02

 

Baca Juga:

Selain Mark Wahlberg, Aktor-aktor Ini Berpose Seksi Sebagai Model Celana Dalam Calvin Klein

 


BACA JUGA


Ad

Comments

comments